Utama Riwayat Galeri Foto Berita Karya & Sastra Kajian Artikel Wisata

  30 September 1965

 



 

Koran Tempo

Senin, 02 Juni 2008

Berita Utama - Jatim

Mahasiswi Banyuwangi Banyak yang Tak Perawan

 

BANYUWANGI -- Direktur Eksekutif Lembaga Survey Banyuwangi (LSB) Hary Priyanto mengatakan 62 persen dari 250 responden mahasiswi Banyuwangi tidak perawan. Jumlah ini muncul dari penelitian yang dilakukan LSB pada Oktober 2007 sampai April 2008.

 

Penelitian dilakukan di dua kampus yang ada di Banyuwangi dengan responden berusia 19-24 tahun. Dalam penelitian tersebut, mereka menggunakan metodologi kualitatif kontinu dan deskriptif kualitatif.

 

Menurut Hary, sasaran responden dibagi menjadi empat kelompok, yakni kelompok mahasiswi yang punya agama kuat (agamis) sebanyak 63 orang, kelompok kritis (aktivis) 63 orang, kelompok intelektual 62 orang, dan kelompok hedonis 62 orang.

 

Hasilnya, sebanyak 51 orang atau 83 persen mahasiswi tidak virgin berasal dari kelompok hedonis, disusul kelompok agamis 44 orang (70 persen), kelompok intelektual 35 orang (57 persen), dan terakhir kelompok aktivis kampus 24 orang (38 persen).

 

Hilangnya keperawanan mahasiswi ini, kata Hary, disebabkan oleh dua faktor. Pertama, karena pemerkosaan atas nama cinta atau berhubungan seksual dengan pacar. Kedua, karena ekonomi lemah.

 

"Mahasiswi memilih berpacaran dengan pasangan yang lebih tua untuk menunjang ekonomi," kata Hary kepada Tempo kemarin.

 

Anna Aniyati, mahasiswi semester VIII Sekolah Tinggi Agama Islam Ibrahimy prihatin dengan kondisi itu. Karena itu, ia meminta mahasiswi lebih berhati-hati dalam bergaul. "Ini persoalan bersama," ujarnya.

 

Begitu juga Cornelis Mangisi, salah satu orang tua mahasiswa. Menurut dia, dunia pendidikan selama ini kekurangan ruang untuk memberikan pendidikan seksual.

 

Peranan media massa, menurut Sri Wahyuni, Ketua Yayasan Daun Talas, lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di dunia pendidikan, punya pengaruh besar. Selain itu, krisis ekonomi menjadi alasan mahasiswi terjebak dalam lingkaran yang merenggut keperawanan mereka. "Mereka korban dari sistem," katanya. IKA NINGTYAS

 

   


 




 


harypr.com - 2008